Wednesday, May 30, 2007

Refleksi Tahun Pertamaku Mengajar

Tahun-tahun pertama mengajar di Kolese ini saya harus belajar banyak hal. Anak-anak yang homogen dengan kemampuan akademik yang teruji dan tersaring dengan baik melalui tes masuk sempat membuat saya ciut nyali. Saya harus belajar lebih banyak lagi untuk mengimbangi anak-anak. Hal yang menggembirakan adalah teman-teman guru yang baik, menerima dan mendukung saya. Rasa senioritas tidak saya jumpai diantara relasi dengan teman-teman guru, hal ini mendukung saya untuk lebih cepat merasa kerasan. Pengalaman mengajar sebelumnya sedikit banyak membantu saat perjumpaan pertama kali saya dengan anak-anak di kelas. Kesulitan dalam mengajar bukan pada bahan pelajarannya tetapi lebih banyak saya rasakan bagaimana saya harus mampu beradaptasi dengan siswa yang nota bene mereka anak-anak Jakarta “era jaman modern” dengan latar belakang ekonomi keluarga yang mayoritas bisa dikatakan menengah keatas. Memahami taraf perkembangan mereka tidak harus berprilaku seperti mereka, minimal saya tahu informasi terkini dari apa yang mereka ketahui itu sudah dapat menjadi bahan pembicaraan dengan mereka, agar saya lebih dekat dan memahami mereka. Ternyata ini bukan hal yang mudah, begitu banyak dan beraneka ragam karakter anak yang saya jumpai. Tidak mungkin saya dapat memahami mereka semua secara penuh, tetapi bagaimana karakteristik mereka, saya dapat ketahui dan pelajari dengan seringnya berinteraksi dengan mereka di kelas dan di luar kelas. Sosok anak adalah sosok yang dapat dibilang polos, mereka lebih objektif dalam menilai sesuatu, salah satunya dalam menilai guru-guru mereka. Hal ini dapat dilihat saat mereka mengomentari guru-guru mereka baik secara langsung maupun tidak langsung dalam obrolan saat mereka istirahat. Kadang saya pun bertanya-tanya pada diri saya sendiri; bagaimana penilaian mereka terhadap saya? cara mengajar saya? Di awal dan akhir semester, biasanya saya minta anak-anak untuk memberikan masukan, kritik dan saran mereka mengenai system pengajaran saya selama semester lalu, banyak masukan yang saya peroleh. Melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan yang melibatkan anak-anak (Pramuka, OSIS, Live In dsb) menjadi salah satu sarana yang baik bagi saya untuk mengenal karakter anak-anak. Saya belajar banyak hal dari sana; belajar menghadapi, memimpin, dan mengelola baik dari anak-anak ataupun teman-teman guru sendiri.

1 comment:

Kandar Ag. said...

Mas Hendul,
terima kasih sudah berkunjung di blog saya. Seneng rasanya ada tamu di sana.
Wah, ceritanya ini barusan jadi guru baru di sebuah kolese ya? Pasti seru cerita-cerita dari lingkup kolese itu.

Ngomong-omong, mungkin saya kenal adik Mas Hendul kalau dia dulu di Kentungan Jogja. Tetapi pasti adik kelas jauh. (eh, dia botak, kah? hehehe...)

Sugeng Paskah 2008!
Berkah Dalem.